TANTANGAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

TANTANGAN PENDIDIKAN DI INDONESIA: Evaluasi belajar yang tidak sepadan.

siswa-miskin

Oleh: Engelbertus Elvent.

Mahasiswa ikip budi utomo malang.

Di negara yang sudah maju pendidikan dipandang sebagai sarana utama untuk memecahkan masalah sosial. Dengan menyelesaiakan masalahsosial yang ada maka dalam perkembanganya setiap masalah yang lain akan dengn mudah terselesaikan karena adanya sumber daya manusia yang mendukung dalan setiap produk yang akan diberikan. Berbeda dengan di negara kita yang tergolong pendidikannya paling terbelakang diantara negara-negara di kawasan ASEAN, bahkan dengan Myanmar dan Vietnam pun kita ketinggalan dalam beberapa hal.

Mungkinkah ini terjadi karena Evaluasi Hasil Belajar di negara kita kurang mendukung ataupun ada yang salah dalam penyusunan evaluasinya ? Masih banyak masalah yang melanda dunia pendidikan di negara kita. Kalaupun di rinci mungkin belum terselesaikan sampai entah kapan. Dalam menyusun Evaluasi Hasil Belajar, pemerintah memberikan kebebasan di setiap sekolah-sekolah ataupun instansi-instansi yang terkait dalam bidang pendidikan untuk memberikan yang terbaik bagi para siswanya dalam mengenyam pendidikan dan menerima setiap pelajaran yang diberikan oleh setiap guru. Sehingga dapat meningkatakan kualitas dan mutu daripada sekolahnya itu sendiri dan SDM kita nantinya bisa bersaing dengan Sdm dari luar negeri.Semua ini memang harus di imbangi dengan dana yang mendukung di dalamnya. Anggaran pendidikan sangat penting untuk menunjang seseuatu yang bermutu, ini yang harus diperhatikan oleh pemerintah kita untuk menaikkan mutu dan kualitas SDM di negara kita. Diakui bahwa kritik- kritik tentang sistem pendidikan yang sering berubah dan tidak seimbang, dan sistem kurikulum yang sering berubah setiap tahun ajaran baru membuat sebagian dari pengurus-pengurus seluruh sekolah dan instansi-instansi harus merubah program yang terdapat dalam Evaluasi Belajar. Namun masalah yang paling parah pada setiap sistem pendidikan di negara ini adalah kurangnya Evaluasi dalan setiap mata pelajaran yang akan diberikan.Sering terjadinya perubahan kurikulum dalam sistem pendidikan kita terutama disebabkan oleh

  1. Kurangnya informasi yang dapat diandalkan tentang hasil pendidikan, praktek dan programnya.
    2. Kurangnya sistem yang standar untuk memperoleh informasi tersebut.

Kesadaran akan hal tersebut merupakan salah satu langkah ke arah perbaikan, evaluasi dapat memberikan pendekatanyang lebih banyak lagi dalam memberikan informasi kepada dunia pendidikan untuk mengembangkan sistem pendidikan. Dalam upaya memperbaiki suatu tahap pembelajaran di perlukan evaluasi. Kegagalan pembelajaran mungkin terjadi pada perencanaan, pelaksanaan maupun hasil belajar itu sendiri. Maka evaluasi pendidikan hendaknya mencakup evaluasi program, proses dan hasil. Selamaini evaluasi yang dilakukan guru-guru di sekolah umumnya adalah evaluasi hasil belajar. Evaluasi adalah suatu seni atau kreatifitas evaluator dalam rangka untuk mendapatkan data yang valid. Dalam evaluasi hasil belajar penggunaan angket sangat lemah, sebab karena kebanyakan responden tidak jujur dan cara mengatasinya dapat dilengkapi dengan hasil wawancara dan observasi. Penilaian evaluasi merupakan kegiatn pengumpulan data secara sistematis guna membantu para pengambil keputuisan untuk menjawab pertanyaan.
Penilaian biasanya dilakukan untuk kepentingan dalam beberapa keputusan yang akan diambil misalnya: tentang akan digunakan atau tidaknya sesuatu sistem, stategi, dan metode dalam setiap evaluasi hasil belajar. Memulai penilaian atau evaluasi harus berawal dari Das solen (harapan)baru kemudian membuat instrument.Dalam evaluasi tidak hanya menggunakan proses dan hasil tetapi juga dengan menggunakan program evaluasi. Selama ini evaluasi dalam pembelajaran menggunakan beberapa program evaluasi. Program sendiri mengandung pengertian “rencana”.Jadi program adalah sederetan kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Oleh karena suatu program merupakan kegiatan yang direncanakan maka tentu saja perencanaan itu diarahkan pada pencapaian tujuan.
Dengan demikian maka program itu bertujuan dan keberhasilannya dapat di ukur, Memang dapat dikatakan bahwa setiap orang yang membuat program kegiatan tentu ingin tahu sejauh mana program terebut dapat terlaksana. Pencapaian tujuan tersebut di ukur dengan cara dan alat tetentu. Kegiatan yag bertujuan untuk mengukur keberhasilan tersebut di kenal dengan evaluasi program.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s