KISAH RANTING TERAKHIR

KISAH RANTING TERAKHIR

Ranting ini Masih seperti kemarin Hujan membasahi kulit
namun ia masih Seperti kemarin kering tak bertunas Air.
Kemana air??? Apa yang kau rasakan Mungkin esok aku akan beratnya pada akarnya.

Rindangmu membilik ranting bercerita
keelokan tak menjadi haus baginya
tak ada lagi pujaan untuknya
hanya meratap sepi sendiri
menunggu embun membasihi esok pagi

angin menghempas dan menggilas puing ragamu
merapuhkan perjuangan arti kehidupan jiwamu
kemanakah airmu?? apa yang kamu rasakan wahai pemberi pesona.
tangan penguasa para makluk bumi  merobohi pesonamu.
memotong harapan sebagian wujudmu seenaknya

wahai ranting terakhir kehidupan
ampunilah nafsu kami
wahai ranting terakhir bertahanlah dengan pesonamu
agar esok aku kembali bersimpuh dbawah atapmu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s