MENGENANG CERITA DI KOTA PANAS LABUAN BAJO

MENGENANG CERITA DI KOTA PANAS LABUAN BAJO

Jika musim kemarau melanda, ada begitu banyak cerita yang perlu dituas untuknya. gerah, panas menyapu hari para penghuni kota. serasa lama tak merasakan gambaran dan wujud kotaku. Apa kabar kotaku. ada kerinduan kembali ke pangkuanmu, aku ingin pulang, ingin merasakan kembali hangatnya pelukanmu. Aku disini merasakan dingin, dekapanmu tak lagi mengisi hari keberadaanmu. dua tahun, aku ingin rebah dalam salju kota ngalam. seribu cerita akan kukisahkan padamu.

Deskripsi singkat diawal coretanku ini tentang rasa rindu yang menghujam mengahantui hariku dan cerita ini gambaran hati mengingat tanah kelahiranku. Lama sekali tak mendengar kicauan burung di pagi hari saat aku buka jendela., yang setiap hari aku selalu berteman dengan debu dekil karena kekeringan pada musim kemarau. Pepohon meranggas seperti ada kematian menyambutnya. Kotaku, aku bilang  dia kota mati jika berada pada musim merambah pedih ( kemarau), pasokan air tak mencukupi untuk menhidupi sebagian maklud. sumur tak lagi menyemburkan air seperti biasanya  dan juga begitu banyak daun kering mengerut berjatuhan mengotori beranda kotaku. Jika pada musim gugur angin mencungkil debu  dan melayangkan pada kami yang sedang beraktivitas di luar rumah. semua rasa panas menyengat  itu dipengaruhi oleh faktor laut yang sangat dekat. Aku menceritakan juga tentang kelautan kami, kota memiliki sejuta dunia yang indah untuk melukiskan keindahan lautnya, seperti pantai pede, pantai waerana, wae cicu, pulau kelor, pulau bidadari, pink beach dan yang paling populer sejagad raya adalah PREDATOR MALAS alias KOMODO. Kadal besar ini seakan mendoktrin orang untuk selalu mengujunginya dan memberikan makanan baginya. Itu sudah terbukti semenjak dinobatkan sebagai salah satu tujuh keajaiban dunia. Aku tidak dapat menceritakan begitu banyak tentang kadal besar itu “maaf” maunya teman-teman harus melihatnya langsung ke kotaku itu. Lanjut cerita, kota panas labuan bajo menggambarkan keindahan lautnya yang alami tidak seperti di Bali yang menggunakan pantai buatan untuk memikat wisatawan lokal maupun mancanegara. Labuan bajo juga, memiliki hamparan bukit  yang indah untuk melihat keindahan lautnya.

salah satu yang mengharuskan aku pulang tahun ini adalah menikmati sunset yang memukau. masih bnyak cerita tentangnya dan itu aku melanjutkan pada part II.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s