puisi

kala SENJA
KARYA: ENGEL ELVENT
wpid-fb_img_1445529698440.jpg

gelap di saat senja menyapaku kembali.
Sudah lama aku tak berbincang, pada senja tentang dongeng kisah masa silamku.
Kemarin ia menyapaku, saat aku duduk termenung di kursi tua milik camar biru.
Katanya, ia ingin berteman denganku lagi tp aku menolak karna senja pastilah tau, aku bukan yg terbaik untuknya, harusnya.
Tapi ibu tiba-tiba bertanya padaku “apakah dulu ada senja dimatamu?”
Ku bilang : “hanya bayangnya yg samar mendekatiku, warnanya pun bukan jingga kemerahan yg ku tangkap, ia agak sedikit gelap, sedikit akan tenggelam diujung sorot mataku. Selama itu aku hanya menjadi lintasan sekilas bagi harinya ,ibu.”
Sudah lama aku berpura tak peduli meski aku peduli tapi saat ini dari semenjak gulita pekat mengais air mataku, aku harus acuh akan keberadaannya, meski acapkali senja seolah ingin aku bercerita padanya.
Tapi aku tidak boleh goyah, aku harus menjadi aku yang orang lain sangka tentangku.
Dengan itu aku kuat, menutup mata dari keindahan senja yg ku puja karna senja itu bukan milikku lagi.
Org bilang, Senja hanya pergi sementara tp bagiku ia hilang selamanya.
Kenapa?
Karena senja semakin membuatku marah dan dia selalu PHP.
Setiap aku bangku cama biru ini Kegelapan senja yg selalu menjengukku tanpa buah tangan.
Sementara q kepanasan mengingat siang yg mematikan ragaku untuk kembali berkelana dalam waktuku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s