UNTUK IBU DAN AYAH

ketika malam mulai menyambut pagi.
angin menyapa lewat dedaunanmendayu bak melodi yang ,merdu menyapa alam .
diri bagai tertahan di balik awan.
di bali asa ku yang melemah.
jiwa ku menari di antara bebatuan hidup .                                                                                   sebelum naluri terhenti mati, menghitung waktu ,merajut asa.
antara aku dan nafas ku.
ayah….
diantara detik waktu berhembus pada mlm ini.
ku kirimkan kata lewat angin yang bergetar.
Diantara darah yang masih memerah
antara aku dengan alunan restumu menyambut,
ku di penghujung massa,
tersenyumlah aku rindu itu untuk mengiringi ragaku pada senyuman yg menggelegar jiwa.
suatu hari aku dapat meiminta Tuhan.
aku ingin sebelum jiwaku berhenti menghirup waktu.
izinkan aku mengukir senyum di atas pusara jiwa ku…
teruntuk ayah dan ibu
yang telah memberiku arti akan sebuah cinta
dan,senyumnya akan arti kekuatan hidup dan pengobat kala aku terluka mengarungi kejamnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s